Process is the main key of success
Ada yang tanya, bagaimana caranya biar lancar nulis skripsi bahasa asing sis??
Jawabannya paling pas: sungguh sungguh kuliah nya dari awal..
percaya saja, nulis skripsi menggunakan bahasa sendiri saja, bahasa indonesia misalnya, sudah sangat membutuhkan konsentrasi penuh. apalagi skripsi bahasa asing. Jadi, jika kamu mahasiswa dijurusan bahasa, lebih baik persiapkan skill sejak dini. Jangan biasakan mengabaikan ketidakpahaman. Kamu akan kewalahan di semester akhir.
Kalau terlanjur semester akhir baru sadar!!
Emang resikonya bersusah payah!!
Kalo orang harus mempersiapkan diri selama bertahun-tahun untuk sebuah akhir yang layak..
Apa hebatnya kita hingga bisa sukses dengan cara kebut semalam.. Seandainya kamu menghadapi hal ini, maka tidak ada salahnya kamu mencoba lebih keras untuk mengerti problema yang kamu angkat dalam skripsimu. Memahami masalah adalah hal utama yang bisa membantu kamu menulis. Nanti kalau urusan struktur kalimat yang kacau balau, kamu bisa minta bantuan revisi sama dosen pembimbing atau teman yang kamu tau lebih baik darimu.
kan bisa dibikinin sama teman..
Jangan pernah terfikir untuk bergantung utuh pada orang lain tanpa ada usaha sedikitpun dari dirimu. Teman yang akan membabntu tidak bisa membantu pada sidang skripsi. Dan mereka yang akan duduk di kursi penguji adalah mereka yang sudah menguji atau bahkan diuji dalam situasi yang sama beberapa kali.
Ingat satu hal, Dosen yang udah bertahun bersama kita tidak mungkin tidak mengenal kemampuan kita.. hati hati lagi..
Pokoknya tidak ada jalan pintas!!
Tingkat usaha sama dengan level pencapaian, tuhan tidak pernah salah dalam meletakkan sesuatu..
Serius dalam melakukan pekerjaan adalah kunci sukses nya..
Study hard!! Inilah persiapan terbaik bagi kamu yang kuliah jurusan bahasa asing. Bersiap-siap lah sedari awal perkuliahan. Good Luck!!
Kamis, 12 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Pembunuhan Karakter
Negaraku
Memang Masih Miskin
Hanya ingin menulis,
maafkan..
Negara ku sayang,
seperti inilah miris nya sebuah hati. Dinegara yang berbasa-basi, pembunuhan
karakter yang semakin menjadi-jadi, para penjunjung tinggi reputasi yang
menjadi pemenang. Seorang seperti ini saya, seorang gadis biasa yang
terseok-seok menjalani proses kehidupan. Yang selalu tersenyum dengan segala
kenyataan. Yang tidak pernah menuntut akan janji. Saya ingin menuliskan pesan ini.
Saya memang seorang
yang lebih banyak menganalisa. Saya terlalu kritis dan sesekali keterlaluan
mengartikan sebuah teori. Saya mempercayai buku-buku dan kutipan-kutipan orang
hebat. Yang sering membuat miris hati adalah tidak bisa tersampaikan pemikiran
orang yang kerdil ini.
Perjalanan saya tidak
terlalu penting dilirik, prestasi saya pun tak bisa diangkatkan. Kecuali selama
saya menyandang status sebagai seorang siswa. Saya setipe siswa yang bukan
penghapal, Logika pun berjalan lebih mengerikan dari seharusnya di negri
beradat ini. Selagi kamu benar, sendirian, maka kamu mati, musnah, tentanglah
kebenaran tersebut untuk bertahan, untuk hidup. Maka hati pun tenggelam,
perlahan.
Basa basi itu kejam.
Bagi saya yang perlahan berubah jadi sosok pendiam ini, bukan karena sesuatu
mengubah saya, hanya saja teori-teori yang terbaca membuat saya ingin berhenti
sejenak, mengurang-ngurangi kesalahan dari mulut besar yang senang menganalisa.
Saya bukan lah gadis pintar tapi saya luar biasa. Seperti itulah kehidupan sekitar
menilai saya. Mereka yang terpikat oleh tampilan luar. Kehidupan sederhana, yang
dimata mereka, penguntit, saya luar biasa. Basa-basi terkadang sulit untuk saya
utarakan, karena teori yang saya selalu dan selalu analisa membuat saya jengah
memuja. Kutipan-kutipan Orang hebat yang saya baca hampir setiap harinya,
membuat saya berfikir tidak perlu memuji, tidak usah berbohong. Lakukan apa
yang kamu ingin lakukan. Jadilah diri sendiri. Lakukan kesalahan pada tak
seorang pun. Saya pun terfokus pada kehidupan saya. Hanya hidup saya dan orang
orang yang saya sayangi.
Dinegara maju, kehidupan
tak dibangun dari basa-basi. Berhubung saya adalah mahasiswa jurusan Bahasa
Inggris, bahkan teman bule saya pun menjalani kehidupan idealis. Mereka Cuma
berpegang teguh pada satu perumpamaan “berpeganglah pada suatu yang benar”,
cukup itu saja. Kata-kata ini sesungguhnya meng-cover semua kebaikan. Tidak ada
hati yang membenarkan sesuatu yang salah kecuali hanya kebohongan mulut demi
menjaga eksistensi dan reputasi palsu. Saya pun mulai menganalisa lagi, benar.
Kebenaran adalah satu-satunya yang perlu dipercayai dalam hidup. Begitulah
teori-teori yang dipercayai benar dan selalu saya pelajari dibangku sekolah.
Mengapa
mereka maju dan kami tidak maju? Para orang yang
berpegang pada teori-teori kebenaran yang terkadang sudah dibukukan serta
memiliki copy beribu-ribu eksemplar. Karena saya mempelajari ilmu bahasa asing,
saya pun mulai mengartikan quotes para ilmuan asing, para motivator asing, para
public figure asing. Kebiasaan ini
menjadikan saya selalu dan selalu menganalisa dan berubah bungkam.
Saya setuju dengan
mereka, pelajaran yang saya dapatkan di bangku sekolah pun membuktikan kalau
perkataan orang asing ini memang sempurna. Mereka berkata-kata pada titik tolak
yang sempurna. Tidak terbantahkan. Saya selalu memiliki keyakinan. Terkagum
bukanlah hal murahan yang dengan mudah terlontar dari mulut saya. Saya tidak
suka memuji, entahlah. Kebiasaan saya melihat kesempurnaan dan kebenaran teori
membuat saya berkarakter sombong. Untuk mereka, pemuja basa basi. Saya,
sombongkah? Lihatlah bagaimana saya hidup, bahkan bersekolahpun saya tidak
menjunjung tinggi kemewahan. Saya tidak lah sosok yang bisa ber-boros karena
saya hidup dalam kesederhanaan di sebuah desa. Disebuah desa saja. Hanya saja,
saya selalu menganalisa teori.
Apa
yang salah?
Saya mulai merintih
ketika pendidikan itu usai. Saya mulai menangis saat saya tidak lagi dipanggil
sebagai siswa. Saya mulai berteriak pilu ketika saya tidak lagi keluar rumah
untuk bersekolah. Saya menyukai belajar, bukan menghapal teori, saya yang
pelupa, saya yang payah dalam menghapal. Otak saya dangkal. Bahkan untuk
mengingat sesuatu baik itu nama orang yang saya temui, tempat yang pernah saya
kunjungi, novel-novel yang pernah saya baca, buku-buku yang saya punya,
film-film yang pernah saya tonton, saya lemah, sering terlupa. Saya tidak ingat
nama para motivator yang saya kagumi, salahkah saya yang hanya menyukai
belajar? Saya kagum mereka yang bisa mengeluarkan teori, saya kagum dengan
mereka yang bisa menjadikan orang lain manusia. Hanya masalahnya, saya sulit
mengingat dengan baik sesuatu secara rinci.
Tidak satu dua tiga
orang pintar dinegara saya dihina. Mereka tidak mampu menjaga eksistensinya
dinegara basa-basi. Orang pintar yang dielu-elukan dimasa sekolah, adalah
raja-raja sekolahan. Saya masih ingat bagaimana teman saya yang menjadi para
jawara disayangi, saya msih ingat bagaimana para penggores prestasi dikenal.
Saya masih ingat bagaimana orang pintar namanya berulang-ulang dielu. Dimana?
Disekolah. Hidup sependek itu kah dinegara kami?
Saya
ingin menuliskannya dalam sebuah simpulan untuk para raja sekolahan yang sedang
bermimpi tinggi.
Sebenarnya
bukan saya yang salah, tapi tempat saya beradalah yang salah.
Yet,
it’s not my mistake, but the wrong place takes.
Teruslah bermimpi
tinggi, tidak boleh layu sebelum bersemi. Tebarkan benih-benih pintarmu untuk mimpi
kehidupan yang lebih baik yg pasti jadi kenyataan jika terus melakukan,
ditempat ini. Tempat mu berdiri. Memulai perbaikan.
Selasa, 08 Juli 2014
Indonesian Students and Studying abroad
Nowadays, studying abroad is prioritized as a goal by Indonesian students at
university. This is like an opinion. When students enter university in
specific majors. They start making dreams to study abroad. It's not rare
that lecturers make an overwhelming description of being abroad student
in order to attract the students to study hard so that they get the
best mark at university. It's not rare that lecturers motivate them at a time
by telling their own experiences in learning process . Studying with
people worldwide gives a big challenge and satisfaction. Mostly students
dream to continue their master in another country.
Scholarship is the widest chance students can win in the Indonesia to get their dreams come true. The price of studying abroad is distinctly expensive for Indonesian students considering the currency of Rupiah (Rp). So many Indonesian students try hard to get the best final mark at university in order to register themselves to get an abroad scholarship. There will be always scholarships with big quota served by many universities in Indonesia. They support this program by giving chances to students with great achievement at University previously. Many Indonesian students with great achievement have got scholarship abroad. Indeed, there will be list requirements and competitors in order to put yourself as the winner, but big possibilities are available. So, keep studying hard and reach the world with your bright achievement at university.
Scholarship is the widest chance students can win in the Indonesia to get their dreams come true. The price of studying abroad is distinctly expensive for Indonesian students considering the currency of Rupiah (Rp). So many Indonesian students try hard to get the best final mark at university in order to register themselves to get an abroad scholarship. There will be always scholarships with big quota served by many universities in Indonesia. They support this program by giving chances to students with great achievement at University previously. Many Indonesian students with great achievement have got scholarship abroad. Indeed, there will be list requirements and competitors in order to put yourself as the winner, but big possibilities are available. So, keep studying hard and reach the world with your bright achievement at university.
A Girl in Her Room
I love sitting alone in my room.. i start to listen music, i start to type my thesis, i start to watch some movies, i start to think to write something. Why do i think before i write? :D yah, it needs mood anyway.. I am so alone if people see me sitting here..
I love solitude. I can do whatever i want like i have no burden at all. First step i take when i enter my room leaves great feeling. I love people, but i love my room more. I have no idea. This is my freedom.
I love solitude. I can do whatever i want like i have no burden at all. First step i take when i enter my room leaves great feeling. I love people, but i love my room more. I have no idea. This is my freedom.
Bagaimana kita (Poetry)
Lama
Kerlipan mata serasa semusim
Tak satu lirikan pun berarti
Ketukan nafas berisik
mengganggu
Tak sepatah kata bisa mengubah
rasaku
Detik jarum jam berlambat
lambat mencemooh
Lama
Rentetan kata-kata berjejer
Terkadang mengusik alunan
ketukan nafas itu
Sesekali helaan memanjang tak
teratur
Sekali lagi detik jarum jam
berlambat-lambat mencemooh
Lama
By: Fatimah
ibymakino3@gmail.com
ibymakino3@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)
